Puasa sunnah merupakan puasa (menahan hawa nafsu dari terbit
matahari sampai terbenamnya matahari) yang hukumnya sunnah (jika dilalukan
mendapat pahala dan jika tidak dilakukan tidak berdosa). Ada banyak puasa
sunnah, yaitu puasa senin kamis, puasa ‘arafah, puasa daud, puasa tiga hari
setiap bulan, puasa asyura’, puasa sya’ban, puasa enam hari di bulan syawwal,
dan masih banyak lagi. Salah satu puasa sunnah akan kita bahas dalam artikel
ini, yaitu puasa senin kamis.
Puasa senin kamis merupakan salah satu dari puasa sunnah
yang dilakukan setiap hari senin dan kamis. Keutamaan puasa senin kamis karena
puasa pada:
- hari dimana Rasulullah SAW dilahirkan,
- hari dimana Rasulullah SAW diutus atau diturunkannya wahyu,
- hari dimana amalan diangkat Allah SWT,
- hari dimana pintu surga dibuka.
- dan hari dimana dosa-dosa diampuni.
Sesuai dengan hadist berikut:
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam pernah
ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau
menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ
وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari
tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu
untukku.” (HR. Muslim no. 1162)
Keutamaan hari Senin
dan Kamis secara umum dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ
أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ
عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ
أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا
هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
“Pintu
surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik
pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang
yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti
akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua
berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR.
Muslim no. 2565).
Aturan dari puasa senin kamis adalah menjaga hawa nafsu dari
terbit matahari sampai terbenam matahari pada hari senin dan kamis. Adapun syarat
syah puasa:
- islam (tidak murtad),
- mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk),
- berakal,
- suci dari haid dan nifas.
Rukun puasa yaitu niat, dan meninggalkan
hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit matahari sampai
terbenam matahari. Hal-hal yang dapat membatalkan
puasa yaitu:
- muntah dengan sengaja,
- memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan,
- bersetubuh atau mengeluarkan air mani dengan sengaja,
- haid atau nifas,
- melahirkan atau keguguran,
- gila walaupun sekejap,
- mabuk ataupun pingsan (hilang kesadaran) sepanjang hari,
- murtad (keluar dari agama Islam).
Hal-hal yang disunnahkan ketika puasa:
- sahur,
- melambatkan bersahur,
- menyegerakan berbuka,
- berbuka dengan yang manis.
Manfaat
dari berpuasa senin kamis adalah:
- meningkatkan kesabaran,
- menghapuskan dosa-dosa sebelumnya,
- mendekatkan diri kepada Allah SWT,
- meningkatkan cinta Allah SWT terhadap hamba-Nya,
- membuka pintu surga.
Dalil:
إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة
لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم،
فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد
Artinya : "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya
"Ar-Rayyan," yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering
berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang
yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka
mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka
telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk
melaluinya lagi." (HR Bukhori dan Muslim)
Semoga bermanfaat
Oleh :
Asih Mustikasari
Staff Departemen Syiar
Izzati FT UNDIP
Generasi 20
Oleh :
Asih Mustikasari
Staff Departemen Syiar
Izzati FT UNDIP
Generasi 20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar