Jumat, 14 Februari 2014

Ada Apa dengan Hari Valentine ?



Hari Valentine atau yang dalam bahasa Inggris berarti Valentine’s Day  ini diperingati oleh sebagian warga dunia pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Asal-usul perayaan hari Valentine ini masih belum jelas karena ada banyak versi yang tersebar. The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine, menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya. Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998). Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain).
            Dalam dunia Islam, banyak yang menentang perayaan hari valentine dengan beberapa alasan. Yang pertama, ikut merayakan hari valentine berarti mengikuti perayaan hari raya orang kafir. Dalam hal ini bisa dikatakan sebagai tasyabbuh ( menyerupai orang kafir). Padahal Rasulullah SAW sudah memperingatkan kita melalui sabdanya, sebagai berikut: Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Radiyallahu ‘anhu : Rasulullah bersabda: “Kamu akan mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Rasulullah bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” ( HR. Bukhori dan Muslim ).

Juga telah disebutkan dalam Al Qur’an:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra’ : 36).
Dengan dalil tersebut makin jelaslah bahwa kita dilarang keras meniru-niru perbuatan orang kafir yang tidak kita ketahui pengetahuan atasnya.
            Sebab yang kedua adalah dalam perayaan hari valentine banyak diwarnai dengan aksi-aksi yang tidak sejalan dengan syariat Islam, mulai dari bertukar hadiah, pesta, bahkan sampai penghalalan praktek zina! Naudzubillahimindzalik.
            Yang ketiga, sebagaimana kita tahu bahwa umat muslim diperintahkan untuk saling bekerjasama dalam kebaikan dan tidak dalam berbuat dosa dan pelanggaran, hari Valentine terbukti lebih banyak mengandung mudharat daripada manfaat. Firman Allah SWT:

 وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Surah al-Maa’idah, Ayat 2).
            Maka, berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa merayakan Hari Valentine itu hukumnya haram bagi umat muslim. Semoga Allah selalu menunjukki kita ke jalan yang lurus. Aamiin.
Oleh :
Rizqi Yusnitasari
Staff Departemen Syiar
Izzati FT UNDIP
Generasi 20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar