Pernah dengar puasa
sunah ayyamul bidh atau disebut dengan puasa pertengahan bulan? pasti pernah.
Dari Ibnu Milhan Al
Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه
وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ
عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami
untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).”
Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR.
Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shahih)
Tapi kenapa dijalankan
pada pertengahan bulan hijriyah kenapa tidak di bulan romawi saja ? penasaran?
Mari simak segala hal tentang ayyamul bidh agar tidak hanya dapat pahalanya
tapi juga ilmunya J.
Ternyata dipertengahan
bulan hijriah itu bertepatan dengan terjadinya fenomena bulan purnama saat
bulan purnama bersinar. Terjadilah yang namanya pasang air laut. Letak bulan
yang dekat dengan bumi menyebabkan gaya grafitasi bulan mempengaruhi ketinggian
air laut dimuka bumi, dan terjadilah pasang air laut. Grafitasi dari bulan ini
tak hanya mempengaruhi kondisi bumi (benda mati) tetapi juga benda hidup.
Terutama manusia. mengapa demikian? Ternyata sudah dibuktikan oleh seorang
peneliti berkebangsaan Amerika yang mengadakan penelitian mengenai kondisi
kejiwaan manusia ketika terjadi bulan purnama. Penelitian itu menyimpulkan
bahwa kondisi kejiwaan manusia saat bulan purnama cenderung lebih labil, emosional,
dan tidak terkendali. Nah ketika manusia sedang labil Islam mengajurkan
berpuasa untuk melatih nafsu dan sahwat pada saat puncak emosi.
Selain melatih nafsu
dan sahwat puasa ayyamul bidh juga memberikan 10 kali kelipatan kebajikan.
Sesuai hadist
Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasalah tiga hari
dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali
lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu
Dawud, dan an Nasai)
Kemudian
kapan sih pelaksanaan puasa ayyamul bidh ? apakah harus pertengahan bulan?
Ternyata islam memberikan toleransi puasa 3 hari setiap bulan hijriyah dapat
dilakukan pada awal bulan, tengan bulan, ataupun akhir bulan.
Dari Mu'adzah ad
'Adwiyah, seseungguhnya ia pernah bertanya kepada 'Aisyah radliyallah 'anha: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam biasa melaksanakan shaum selama tiga hari setiap bulannya?"
Aisyah menjawab: "ya". Ia pun bertanya lagi: "Hari-hari apa saja
yang biasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shaum?"
Aisyah pun menjawab: "Tidak pernah Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam
memperhatikan hari keberapa dari setiap bulannya beliau melaksanakan shaum."
(HR. Muslim)
Tapi kembali kata imam
Nawawi, dalam hadits lain dijelaskan bahwa yang paling utamaadalah di harike
-13, 14, dan 15 , seprti dalam hadist:
“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari salah satu
bulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR.
At Tirmidzi)
Jadi tunggu apalagi
mari biasakan puasa ayyamul bidh dan berikan pengingat agar tidak terlewat
keistimewaan puasa ayyamul bidh.
Oleh :
Noviar Triastuti
Staff Departemen Syiar
Izzati FT UNDIP
Generasi 20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar